blog ANAK MANSABO

Sabtu, 22 November 2008


Kesehatan Reproduksi Remaja


Tinjauan Umum Kesehatan Reproduksi RemajaSeksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, aborsi yang tidak aman, penyakit menular seksual (PMS) ter-masuk HIV/AIDS, serta semua bentuk kekerasan dan pemaksaan seksual (FCI, 2000).Mengapa Kesehatan Reproduksi Remaja Sangat Penting?Masa remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial sehingga mereka harus menghadapi tekanan-tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Banyak sekali life events yang akan terjadi yang tidak saja akan menentukan kehidupan masa dewasa tetapi juga kualitas hidup generasi berikutnya sehingga menempatkan masa ini sebagai masa kritis.Di negera-negara berkembang masa transisi ini berlangsung sangat cepat. Bahkan usia saat berhubungan seks pertama ternyata selalu lebih muda daripada usia ideal menikah (Kiragu, 1995:10, dikutip dari Iskandar, 1997).Pengaruh informasi global (paparan media audio-visual) yang semakin mudah diakses justru memancing anak dan remaja untuk mengadaptasi kebiasaan-kebiaasaan tidak sehat seperti merokok, minum minuman berakohol, penyalahgunaan obat dan suntikan terlarang, perkelahian antar-remaja atau tawuran (Iskandar, 1997). Pada akhirnya, secara kumulatif kebiasaan-kebiasaan tersebut akan mempercepat usia awal seksual aktif serta mengantarkan mereka pada kebiasaan berperilaku seksual yang berisiko tinggi, karenakebanyakan remaja tidak memiliki pengetahuan yang akurat mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas serta tidak memiliki akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi, termasuk kontrasepsi.Kebutuhan dan jenis risiko kesehatan reproduksi yang dihadapi remaja mempunyai ciri yang berbeda dari anak-anak ataupun orang dewasa. Jenis risiko kesehatan reproduksi yang harus dihadapi remaja antara lain adalah kehamilan, aborsi, penyakit menular seksual (PMS), ke-kerasan seksual, serta masalah keterbatasan akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan. Risiko ini dipe-ngaruhi oleh berbagai faktor yang salingberhubungan, yaitu tuntutan untuk kawin muda dan hubungan seksual, akses terhadap pendidikan dan pekerjaan, ketidaksetaraan jender, kekerasan seksual dan pengaruh media massa maupun gaya hidup.Khusus bagi remaja putri, mereka kekurangan informasi dasar mengenai keterampilan menegosiasikan hubungan seksual dengan pasangannya. Mereka juga memiliki kesempatan yang lebih kecil untuk mendapatkan pendidikan formal dan pekerjaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi kemampuan pengambilan keputusan dan pemberdayaan mereka untuk menunda perkawinan dan kehamilan serta mencegah kehamilan yang tidak dikehendaki (FCI, 2000). Bahkan pada remaja putri di pedesaan, haidpertama biasanya akan segera diikuti dengan perkawinan yang menempatkan mereka pada risiko kehamilan dan persalinan dini (Hanum, 1997:2-3).Kadangkala pencetus perilaku atau kebiasaan tidak sehat pada remaja justru adalah akibatketidak-harmonisan hubungan ayah-ibu, sikap orangtua yang menabukan pertanyaan anak/remaja tentang fungsi/proses reproduksi dan penyebab rangsangan seksualitas (libido), serta frekuensi tindak kekerasan anak (child physical abuse).Mereka cenderung merasa risih dan tidak mampu untuk memberikan informasi yang memadai mengenai alat reproduksi dan proses reproduksi tersebut. Karenanya, mudah timbul rasa takut di kalangan orangtua dan guru, bahwa pendidikan yang menyentuh isu perkembangan organ reproduksi dan fungsinya justru malah mendorong remaja untuk melakukan hubungan seks pranikah (Iskandar, 1997).Kondisi lingkungan sekolah, pengaruh teman, ketidaksiapan guru untuk memberikan pendidikan kesehatan reproduksi, dan kondisi tindak kekerasan sekitar rumah tempat tinggal juga berpengaruh (O’Keefe, 1997: 368-376).Remaja yang tidak mempu-nyai tempat tinggal tetap dan tidak mendapatkan perlin-dungan dan kasih sayang orang tua, memiliki lebih banyak lagi faktor-faktor yang berkontribusi, seperti: rasa kekuatiran dan ketakutan yang terus menerus, paparan ancaman sesama remaja jalanan, pemerasan, penganiayaan serta tindak kekerasan lainnya, pelecehan seksual dan perkosaan (Kipke et al., 1997:360-367). Para remaja ini berisiko terpapar pengaruh lingkungan yang tidak sehat, termasuk penyalahgunaan obat, minumanberalkohol, tindakan kriminalitas, serta prostitusi (Iskandar, 1997).Pelayanan Kesehatan Reproduksi bagi RemajaPilihan dan keputusan yang diambil seorang remaja sangat tergantung kepada kualitas dan kuantitas informasi yang mereka miliki, serta ketersediaan pelayanan dan kebijakan yang spesifik untuk mereka, baik formal maupun informal (Pachauri, 1997).Sebagai langkah awal pencegahan, peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi harus ditunjang dengan materi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) yang tegas tentang penyebab dan konsekuensi perilaku seksual, apa yang harus dilakukan dan dilengkapi dengan informasi mengenai saranan pelayanan yang bersedia menolong seandainya telah terjadi kehamilan yang tidak diinginkan atau tertular ISR/PMS. Hingga saat ini, informasi tentang kesehatan reproduksi disebarluaskan dengan pesan-pesan yang samar dan tidak fokus, terutama bila mengarah pada perilaku seksual (Iskandar, 1997).Di segi pelayanan kesehatan, pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana di Indonesia hanya dirancang untuk perempuan yang telah menikah, tidak untuk remaja. Petugas kesehatan pun belum dibekali dengan kete-rampilan untuk melayani kebutuhan kesehatan reproduksi para remaja (Iskandar, 1997).Jumlah fasilitas kesehatan reproduksi yang menyeluruh untuk remaja sangat terbatas. Kalaupun ada, pemanfaatannya relatif terbatas pada remaja dengan masalah kehamilan atau persalinan tidak direncanakan. Keprihatinan akan jaminan kerahasiaan (privacy) atau kemampuan membayar, dan kenyataan atau persepsi remaja terhadap sikap tidak senang yang ditunjukkan oleh pihak petugas kesehatan, semakin membatasi akses pelayanan lebih jauh, meski pelayanan itu ada. Di samping itu, terdapat pula hambatan legal yang berkaitan dengan pemberian pelayanan dan informasi kepada kelompok remaja (Outlook, 2000).Karena kondisinya, remaja merupakan kelompok sasaran pelayanan yang mengutamakan privacy dan confidentiality (Senderowitz, 1997a:10). Hal ini menjadi penyulit, mengingat sistem pelayanan kesehatan dasar di Indonesia masih belum menempatkan kedua hal ini sebagai prioritas dalam upaya perbaikan kualitas pelayanan yang berorientasi pada klien.
(Disusun dan diterjemahkan oleh Siti Rokhmawati Darwisyah)

biologi

BAGIAN OTAK YANG MENGENDALIKAN GERAK KITAPenelitian yang dilakukan di tahun-tahun belakangan telah mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertugas mengatur fungsi-fungsi tertentu otak, terletak di bagian depan tulang tengkorak...

KELAHIRAN MANUSIA Langit, hewan, dan tumbuhan secara bergantian disebutkan sebagai bukti-bukti keberadaan dan kekuasaan Allah bagi manusia. Dalam banyak ayat, manusia diseru untuk memalingkan perhatian mereka pada penciptaan diri mereka sendiri...

SETETES MANI Dari keseluruhan sperma berjumlah sekitar 250 juta yang dipancarkan dari tubuh pria, hanya sedikit sekali yang berhasil mencapai sel telur. Sperma yang akan membuahi sel telur hanyalah satu dari seribu sperma yang mampu bertahan hidup...

CAMPURAN DALAM AIR MANI Dalam Al Qur'an, dijelaskan bahwa air mani merupakan cairan yang berupa campuran dari berbagai zat. Fakta ini telah dibenarkan oleh ilmu pengetahuan...

JENIS KELAMIN BAYI Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan secara bersama-sama oleh sel sperma pria dan sel telur wanita. Akan tetapi kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Al Qur'an, yang menyatakan bahwa jenis kelamin pria atau wanita ditentukan "dari air mani, apabila dipancarkan"...

SEGUMPAL DARAH YANG MENEMPEL PADA RAHIMPada tahap awal pembentukannya, bayi dalam rahim ibu berbentuk zigot yang menempel pada rahim agar dapat menghisap sari-sari makanan dari darah ibu...

PEMBUNGKUSAN TULANG OLEH OTOTDinyatakan dalam sejumlah ayat Al Qur'an bahwa dalam rahim ibu, kerangka bayi terbentuk pada awalnya, dan kemudian otot-otot tumbuh dan membungkus tulang-belulang ini...

TIGA TAHAPAN BAYI DALAM RAHIMDalam Al Qur'an dipaparkan bahwa manusia diciptakan dalam rahim ibu melalui proses yang terdiri atas tiga tahap...

AIR SUSU IBU Air susu ibu adalah sebuah campuran sempurna ciptaan Allah yang tak tertandingi. Air susu ini merupakan sumber makanan paling istimewa bagi bayi yang baru lahir, dan zat yang meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap penyakit.

TANDA PENGENAL MANUSIA PADA SIDIK JARI Ketika dinyatakan dalam Al Qur'an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan kembali manusia setelah kematian mereka, sidik jari manusia ditegaskan secara khusus...

PENDIDIKAN


Seks vs Cinta

Cinta dan seks adalah sesuatu yang berbeda. Cinta adalah emosi atau sebuah perasaan. Tidak ada satupun definisi cinta, karena kata “cinta” dapat berarti banyak hal terhadap banyak orang. Sebaliknya, seks adalah suatu kejadian biologis. Walaupun terdapat berbagai macam kegiatan seks, kebanyakan mengandung sesuatu yang sama. Seks bisa jadi atau tidak termasuk penetrasi.

Beda Cinta dan Seks

Cinta:

  • Cinta adalah perasaan (emosi)
  • Tidak ada definisi yang tepat mengenai cinta untuk semua orang
  • Cinta melibatkan perasaan romantik dan/atau ketertarikan

Seks:

  • Seks adalah sebuah kejadian atau tindakan (fisik)
  • Ada beberapa jenis seks namun semua jenis seks mempunyai kesamaan
  • Dapat terjadi antara laki-laki dan perempuan, dua orang perempuan, dua orang laki-laki atau oleh satu orang saja (masturbasi)

Abstinen

Kata yang digunakan untuk tidak melakukan hubungan seks adalah abstinen. Bagi beberapa orang, khususnya orang-orang yang berpikiri melakukan hubungan seks tidak perlu menunggu hingga waktu yang tepat, berpikir bahwa abstinen adalah tindakan yang tidak OK. Sebenarnya, ada beberapa hal baik mengenai abstinen dan mungkin diantaranya dapat kamu terapkan.

  • Abstinen, atau tidak melakukan hubungan seks baik oral, vaginal atau anal, adalah jalan yang terbaik. Sangat mungkin tertular PMS, walaupun tanpa melakukan hubungan seks penetrasi, melalui kontak antar kulit juga dapat tertular (herpes dan kutil kelamin dapat ditularkan melalui cara ini).
  • Kamu juga harus memikirkan nilai diri dan perasaanmu. Waktu mudamu membawa banyak perubahan seperti bagaimana perasaan kamu tentang dirimu sendiri, keluarga, teman dan lawan jenismu. Walaupun kamu tidak memikirkan mengenai seks. Tidak peduli bagaimana perasaanmu mengenai hubungan seks, namun adalah tindakan yang pintar untuk menunggu hal tersebut hingga saat yang tepat.

Cara mengekspresikan cinta tanpa hubungan seks

Terdapat jutaan cara non seksual untuk menunjukkan kepada seseorang kalau kamu menyukainya. Kamu dapat menunjukkan kepadanya dengan menghabiskan waktu bersamanya. Pergi menonton bersama. Atau hanya sekadar jalan-jalan dan ngobrol. Jika kamu sedang berada dengan seseorang yang benar-benar kamu suka, apapun akan terasa menyenangkan. Ada cara lain untuk merasakan kedekatanmu secara fisik tanpa melakukan hubungan seks. Cara-cara ini termasuk berciuman dan berpelukan sampai saling meraba dan petting. Perlu diingat, jika kamu tidak berhati-hati, aktivitas ini dapat mengarah kepada hubungan seks. Rencanakan sebelumnya berapa jauh keadaan yang kamu inginkan, dan tetap pada pendirianmu itu. Sulit untuk mengatakan tidak, apalagi jika keadaannya sudah bertambah hangat dan berat. (Mercy)

sumber: iwannaknow.org

SINENTOSCA


SINDENTOSCA, KEPOMPONG

Sindentosca, Band yang hanya beranggotakan 1 orang ini cukup sederhana dalam menghasilkan karya-karyanya, hanya membutuhkan 1 ruangan, 1 perangkat komputer, 1 gitar, dan 1 buah mic condenser, mic khusus untuk komputer seperti terlihat di background. Bukan karena ingin terkesan independen dengan faham-faham do-it-yourself akut, namun lebih kepada keadaan si Jalu a.k.a the one and only pekerja seni di band ini yang emang sederhana. Namun dengan niat yang sungguh-sungguh, apapun kesulitan yang menghadang lambat laun mulai bisa dilalui. sindentosca terbentuk awal 99 dengan 3 orang personil, Jalu-vocal, Andre-gitar, dan Danny-bass. Kemudian awal 2001 seorang drummer cewek bernama Ree gabung, menjadi satu-satunya makhluk cantik di band ini. Lalu sindentosca terpecah, hanya tinggal Jalu dan Ree, sajodo. Dan setelah berjuang habis-habisan (maksudnya berkerumun aja di kamar doang :p) Ree keluar dari sindentosca tahun 2003. Akhirnya Jalu sendirian dan sampai sekarang lumayan sibuk mengharumkan nama sindentosca 90% melalui internet (dasar pemalas): bikin situs resmi sindentosca, bombardir e-mails, nyerang milis-milis, debat chatting, ngelobi di friendster dll, sampai mendapat tawaran manggung dan interview dari beberapa media cetak dan radio, juga diinterview dan dimuat di Toeltoel.com, situs asal Seattle, Amrik.

Label: